7 Jenis Peralatan Pemadam Kebakaran Terlengkap & Cara Pakainya
Peralatan pemadam kebakaran terdiri dari berbagai jenis dengan fungsi dan cara kerja yang berbeda-beda. Setiap peralatan dirancang untuk mengendalikan kebakaran sejak tahap awal agar api tidak meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar pada bangunan maupun aktivitas di dalamnya.
Secara umum, peralatan pemadam kebakaran dapat dikelompokkan menjadi peralatan tradisional, seperti pasir dan kain basah, serta peralatan modern yang lebih praktis dan efektif untuk penanganan kebakaran. Yuk, cari tahu detailnya!
Peralatan Pemadam Kebakaran dari Tradisional hingga Modern
Peralatan pemadam kebakaran terus berkembang seiring meningkatnya risiko dan kompleksitas kebakaran. Dari cara-cara tradisional seperti pasir dan kain basah, hingga peralatan modern yang dirancang lebih cepat dan efektif, semuanya memiliki peran masing-masing dalam mengendalikan api sesuai kondisi yang dihadapi.
Simak informasi lengkapnya!
1. Peralatan Pemadam Kebakaran Tradisional
Sebelum peralatan modern berkembang, pemadam api mengandalkan peralatan pemadam kebakaran tradisional untuk mengendalikan api. Alat-alat ini masih bisa digunakan pada kondisi tertentu, terutama saat api masih kecil dan belum menyebar.
Simak beberapa contoh peralatan pemadam kebakaran tradisional berikut ini!
- Pasir. Menutup api dan memutus suplai oksigen, cocok untuk kebakaran kecil akibat cairan mudah terbakar.
- Kain Basah. Kain basah dapat kamu gunakan untuk menutup api kecil agar cepat padam karena kehabisan oksigen.
- Air Manual. Air dari ember atau selang manual efektif untuk kebakaran kelas A seperti kayu atau kertas.
Pada gedung dengan aktivitas tinggi, peralatan tradisional hanya berfungsi sebagai pelengkap. Untuk perlindungan yang lebih aman dan terukur, tetap dibutuhkan peralatan pemadam kebakaran modern sesuai standar.
2. Fire Blanket Alat Praktis untuk Memadamkan Api Kecil
Fire blanket adalah selimut tahan api yang digunakan untuk menutup sumber api secara langsung. Oleh karena itu, alat ini sangat cocok menjadi peralatan pemadam kebakaran berskala kecil kecil di dapur, laboratorium, atau pada pakaian yang terbakar.
Beberapa keunggulan fire blanket:
- mudah kamu gunakan tanpa teknik khusus,
- tidak meninggalkan residu,
- aman untuk kebakaran kecil di ruang tertutup.
Fire blanket biasanya terpasang di area dapur, pantry, atau laboratorium sebagai pelengkap APAR.
3. APAR, Alat Pemadam Modern untuk Kebakaran Awal

APAR berfungsi sebagai peralatan pemadam kebakaran awal yang kamu gunakan saat api masih terkendali, agar kebakaran bisa dihentikan sebelum menyebar ke area lain. Secara umum, APAR terbagi berdasarkan media pemadamnya. Berikut penjelasannya!
- Dry chemical powder. Fleksibel, bisa untuk banyak kelas kebakaran (A, B, C).
- CO₂. Cocok untuk kebakaran yang melibatkan peralatan listrik dan ruang panel.
- Foam (busa). Efektif untuk cairan mudah terbakar, seperti bahan bakar dan minyak.
- Liquid gas. Aman untuk ruang server, data center, dan perangkat elektronik karena tidak meninggalkan residu.
Setelah kamu mengetahui jenis media dan karakteristik APAR, hal berikutnya yang tidak kalah penting adalah penggunaan APAR yang benar.
Berikut cara menggunakan APAR dengan teknik TATS, meliputi:
- tarik pin pengaman untuk membuka kunci APAR,
- arahkan nozzle ke sumber api, bukan ke asap atau ujung nyala api,
- tekan tuas APAR secara stabil untuk mengeluarkan media pemadam,
- sapu semprotan ke area sumber api secara menyamping hingga api padam.
Gunakan APAR saat api masih kecil dan pastikan posisi tubuh aman dengan jarak yang cukup dari sumber api.
4. APAR Thermatic, Aktif dengan Semprotan Otomatisnya

APAR thermatic adalah jenis peralatan pemadam kebakaran yang aktif secara otomatis saat suhu tertentu tercapai. Berbeda dengan APAR manual yang harus disemprot, APAR thermatic akan bekerja sendiri ketika mendeteksi panas berlebih di area pemasangannya.
Cara kerja dari APAR thermatic, yaitu:
- APAR dilengkapi bulb sensitif panas di bagian kepala,
- saat suhu lingkungan naik hingga batas tertentu, bulb akan pecah,
- pecahnya bulb memicu pelepasan media pemadam secara otomatis,
- media langsung menyemprot ke sumber api tanpa perlu dioperasikan manual.
Alat ini umumnya terpasang di bagian atas area yang berisiko, seperti:
- plafon atau langit-langit di atas sumber panas,
- bagian atas lemari panel listrik,
- ruang genset kecil atau kabinet mesin.
Secara umum, perawatan APAR thermatic hampir sama dengan APAR tabung biasa, seperti pengecekan kondisi tabung, segel, dan masa berlaku media pemadam.
5. APAB untuk penanganan kebakaran di area luas

APAB (Alat Pemadam Api Berat) merupakan peralatan pemadam kebakaran yang dirancang untuk menangani risiko kebakaran di area berukuran luas dan berpotensi tinggi. Dengan kapasitas media pemadam yang besar, APAB mampu menjangkau api dalam skala yang tidak bisa ditangani oleh alat pemadam berukuran kecil.
Alat pemadam ini selalu berbentuk trolley agar mudah dalam mobilitasnya meskipun bobotnya berat, dan menggunakan media pemadam yang sama dengan APAR dalam volume lebih besar.
Karena ukurannya dan tekanan semprotnya tinggi, APAB membutuhkan minimal dua orang untuk menoperasikannya, meliputi satu mengarahkan nozzle ke sumber api, dan satu lagi menjaga posisi unit agar tetap stabil selama pemadaman.
6. Hydrant, Solusi Air Bertekanan untuk Kondisi Darurat

Berbeda dari APAR dan APAB yang kamu pakai untuk pemadaman awal, hydrant termasuk peralatan pemadam kebakaran yang dapat kamu gunakan untuk menangani kebakaran berskala besar.
Satu sistem hydrant terdiri dari beberapa komponen utama, seperti:
- hydrant pillar (outdoor hydrant) untuk pemadaman di area luar gedung,
- hydrant box indoor berisi hose, nozzle, dan valve,
- pompa hydrant (electric, diesel, jockey) sebagai penstabil tekanan,
- reservoir atau ground tank sebagai sumber air,
- jaringan pipa yang menyalurkan air ke seluruh titik hydrant.
Saat kebakaran terjadi, hydrant berfungsi sebagai peralatan pemadam kebakaran manual berbasis air yang digunakan untuk menangani api berskala besar. Secara umum, cara penggunaan hydrant saat kebakaran meliputi:
- membuka hydrant box dan menarik keluar selang hydrant hingga mencapai area kebakaran,
- menyambungkan dan mengarahkan nozzle ke sumber api dengan posisi tubuh yang aman,
- memutar valve hydrant secara perlahan untuk mengalirkan air ke dalam selang,
- mengatur pola semprotan nozzle (straight atau spray) sesuai kondisi api dan jarak tembak,
- mengendalikan selang secara stabil, biasanya dilakukan oleh lebih dari satu orang karena tekanan air cukup kuat.
7. Sprinkler sistem pemadam api otomatis

Sprinkler adalah peralatan pemadam kebakaran otomatis yang bekerja dengan menyemprotkan air saat suhu di sekitarnya meningkat. Untuk memahami kenapa sprinkler begitu efektif, kamu perlu tahu cara kerjanya yang sederhana tapi sangat cepat merespons, yaitu:
- di kepala sprinkler terdapat bulb kaca berisi cairan sensitif panas,
- saat suhu mencapai batas tertentu, cairan memuai dan bulb pecah,
- lubang sprinkler terbuka dan air bertekanan menyembur ke area di bawahnya,
- terakhir, hanya sprinkler di area panas yang aktif, bukan seluruh sistem menyemprot sekaligus.
Selain cara kerjanya, kamu juga perlu tahu bahwa jenis sprinkler di gedung bisa berbeda-beda sesuai kebutuhan, seperti:
- pendent sprinkler, menggantung dari plafon dan menyemprot ke bawah,
- upright sprinkler, terpasang di atas pipa dan umum ada di area industrial,
- sidewall sprinkler, terpasang di dinding dan cocok untuk koridor,
- concealed sprinkler, tersembunyi di balik cover plate untuk tampilan lebih rapi dan estetis.
Panduan Singkat Memilih Alat Pemadam yang Tepat, Cek Selengkapnya!
Menentukan peralatan pemadam kebakaran yang tepat tidak bisa asal pilih atau sekadar ikut standar umum. Setiap area punya karakter dan tingkat risiko yang berbeda, sehingga alat pemadam yang dibutuhkan pun harus disesuaikan agar benar-benar efektif saat digunakan.
Oleh karena itu, simak beberapa pertimbangan penting sebelum memilih peralatan pemadam kebakaran, sebagai berikut.
- Jenis risiko area. Sesuaikan media pemadam dengan potensi sumber api.
- Luas area. Area lebih luas membutuhkan kapasitas pemadaman yang lebih besar.
- Tujuan penggunaan. Tentukan apakah alat dipakai untuk respons awal atau perlindungan area tertentu.
- Kemudahan penggunaan. Pastikan alat aman serta mudah dioperasikan sesuai kondisi lapangan.
Kalau kamu masih ragu menentukan jenis dan kapasitas alat yang tepat, pemadamapi.co.id siap membantu memberikan konsultasi pemilihan peralatan pemadam kebakaran sesuai risiko dan kondisi gedungmu.
Yuk, hubungi kami sekarang dan cari tahu peralatan pemadam kebakaran mana yang paling tepat untuk kebutuhan gedungmu!
Sebagai Fire Safety Educator, saya akan membantu orang-orang untuk memahami pentingnya keselamatan kerja, terutama dari bahaya kebakaran melalui tulisan yang terbit di situs ini.